Inspirasi yang tak langsung tertuang dalam lembar kertas putih itu terkadang menguap begitu saja, hilang. Semalam itu sebenarnya sudah dapat prolog yang menurutku agak lumayanan dibanding yang ini. Kemarin sore ceritanya sih reunian sama temen-temen kuliah 3 orang (4 denganku) di salah satu mall di kota kelahiran, geng jaman kuliah kalo kata abg sekarang. Dan ternyata gak banyak berubah, kecuali satu orang, yang awalnya gak pernah pake gamis, sekarang pake, cuma ya gitu belum istiqomah, masih suka lepas pake (atasnyaaa), sama kayak aku (tapi klo di rumah). Sisanya masih dengan penampilan yang sama, termasuk aku, yang kata pypy (sebut saja begitu), masih tetep tomboy gak pernah dendes alias dandan. Ngobrol ketawa-ketiwi akhirnya sadar kalo pada haus, aku sih masih harus nahan diri menunggu adzan maghrib,hehehe. Akhirnya jalan deh ke salah satu resto cepat saji BMK, disebut cepat saji karena kita gak masak sendiri,hahaha. Liat-liat menu (cuma liatin aja), menjelang maghrib baru de...
"Cieee cieee yang mau ke Cikuray gak ngajak-ngajak" "Apa bu?kata siapa? orang saya lagi kerja qo, pulang malem terus dari kemarin." "Ituu tante chikom bilang di grup Fb katanya mau ke cikuray" "Oooh itu, iya kalo saya sih maunya ke sana, tapi gimana ya orang saya nya kerja bu, pulang malem, sekarang juga kyknya gtu, jadi ya saya sih gak ikut." "Ooh gtu ya?" "Iya bu." Ada yang masih inget gak ya percakapan singkat melalui pesan yang begitu singkat pula pada hari dimana akan dilaksanakannya pemberangkatan pasukan ke Cikuray? Pasti ada,hehehe... Yup, seolah menjadi misi rahasia perjalanan ke Cikuray hari itu. Satu personel gak tau kalo ternyata aku ikut dalam tim, coz personel yang lain bilang "Jangan kasih tau ya kalo kamu ikut, keep aja". Dan personel yang sama pun bilang ke anggota tim yang lain untuk keep, biar gak ada lagi yang ikut. Well, walhasil jadilah percakapan kaya di atas. Beberapa jam se...
Kutuliskan ini saat aku tak bisa langsung menulis dalam halaman blog ku karena quota internet yang sudah habis. Masih ingat kah kau senja jika pernah ada seseorang yang mengagumiku kemarin? Sejak pertemuan itu kita intens untuk berkomunikasi, walau hanya lewat sms atau telfon sekedar bertanya kabar. Dia kini menjadi temanku, walau hanya sekali bertemu tapi kami tetap berteman baik. Kalau aku tak bertanya kabar, nanti dia yang bertanya kabar padaku. Begitu sebaliknya. Dan aku mengakui saat ini aku yang terbalik mengaguminya. Tanya darinya yang tak pernah lepas selain bertanya kabar adalah “sudah shalat?”. Ia selalu mengingatkanku untuk tak meninggalkan 5 waktu. Dan saat aku sakit, ia lah orang yang paling sibuk bertanya kabar, mengingatkanku untuk ini dan itu. Sudah macam kakakku dan bapakku saja. Tapi, jika tak ada kabar darinya aku rindu.Ah senja, mungkin kau berfikir begitu mudahnya aku mengagumi seseorang hanya karena orang itu baik padaku. Tapi inilah kenyataannya. Aku...
Comments
Post a Comment