Posts

Showing posts from September, 2014

Diculik Dia dan Mereka (Curug Bunut)

Image
"Travelling itu gak harus mahal, dan inget ya perjalanan kali ini sifatnya rahasia, nanti disumpah loh". What disumpah? denger itu kata udah kepikiran aja yang enggak-enggak. Tapi, liat muka dia yang senyum-senyum jadi mikir lagi sepertinya aku dikerjain sama dia dan kawan-kawannya. Tapi gak papa yang penting keselamatan aku dia yang jamin,hehehe... Yup, beberapa hari yang lalu aku diculik dari rumah oleh satu orang kawan. Alibinya cuma mau main, gak taunya aku dipaksa untuk ikut petualangan dia dkk eksplore tempat yang masih jarang terjamah oleh orang lain. Awalnya aku gak mau tapi lama kelamaan penasaran juga mereka mau kemana. Persiapan seadanya cuma bawa daypack yang isinya baju ganti sama bodypack yang isinya perlengkapan perang. Ijin sama bapak tercinta di acc. Cus lah cabut ke tempat yang entah dimana. Wuih perjalanannya lumayan bikin tepos jauh ma meeen.... liat kanan-kiri "perasaan kaya pernah ke sini" aku ngomong sendiri akhirnya. Sambil memendam...

Tentangmu Savana

Image
Malam tadi ia berkisah tentangnya, sosok wanita yang mampu meluluhkan hatinya. Savana ungkapkan semua tentangharapan-harapan, tentang mimpi-mimpi, dan tentang isi hati padanya, seolah ia ada dihadapannya saat itu. Aku hanya mampu tersenyum dalam getir. Entahlah rasa itu menyeruak begitu saja, padahal sebelumnya pernah aku katakan pada savana bahwa aku telah berdamai dengan hatiku. Ternyata aku bohong. Terlalu munafik rasanya jika aku berkata tak kan pernah lagi. Karena malam ini terbukti hatiku merasa tersayat kembali. Ingin aku katakan padanya tentang perasaanku malam tadi, tapi untuk apa? Apa lah aku ini, hanya sekumpulan kertas usang yang entah kapan akan kembali dibuka lagi oleh penulisnya. Dan atau aku hanya semburat warna jingga yang akan segera tergantikan oleh malam, terlupakan. Kembali aku tatap rangkaian tulisan itu, tulisan yang ia ukir bukan pada media seperti biasanya, ia mengukirnya di salah satu bagian tubuhnya. Rintik Senja. Begitulah kira-kira kata dalam uki...

Masih Dengan Doa Yang Sama

Image
Kisah ini sepertinya akan menjadi kisah yang sangat panjang, hingga nanti Tuhan beri jawaban atas tanya yang aku tujukan padaNya. Kemarin, aku meminta kepadanya melalui sikapku, entahlah apakah dia mengerti atau tidak. Yang aku tau, seorang lain seolah membaca tatapan mata dia kepadaku hari itu. Dan aku lagi-lagi tak ingin membahas itu dengannya panjang lebar, selalu aku alihkan kataku pada kawanku yang lain. Hingga pada waktunya, aku terpaksa mengatakan apa yang aku rasa pada anakku, dan aku tau jauh di lubuk hatinya ia mengerti hatiku. Hari ini, aku ungkapkan rasa melalui sebaris kata yang ku tuliskan dalam akun pribadiku. “Berhentilah berharap karena aku bukanlah untukmu.” Aku tau sampai kapanpun dia tak akan pernah tau apa yang aku tuliskan untuknya- kecuali hanya bila kita berteman di dunia maya atau jika ada dari mereka yang memberitahukan ini pada dia. Seorang kawan lalu memberi goresan di bawahnya, ia berkata “Tuhanpun berikan kesempatan pada umatNya untuk beruba...

Dia Senja

Image
Entahlah, aku selalu merasa kurang nyaman untuk berbagi kisah pada seseorang. Pernah aku mencoba untuk bercerita pada seorang kawan, ia memang mendengar tapi kemudian menanggapinya dengan tertawa. Padahal saat itu aku tak sedang bercerita tentang hal yang lucu. Pun begitu dengan dia, seseorang yang pernah dan masih (mungkin) menjadikan ku buku harian untuk kisah hidupnya. Tetapi, sayangnya ia seolah tak bisa menjadikan dirinya sebagai buku harian untuk kisah hidupku. Ia memang mendengarkan ku (mungkin), tetapi kemudian ia hanya berkata sedikit saja dan bukan itu yang aku harapkan, karena sepertinya ia tak mengerti. Dan, itulah mengapa aku lebih memilih menceritakan kisah ku ke dalam sebuah tulisan pada secarik kertas. Mereka tak perlu menanggapi apa yang ku kisahkan, hanya cukup membaca, mungkin sedikit memahami, dan aku tak perlu repot mendengar mereka berpendapat dan atau bahkan tertawa. Ya, aku pun lebih memilih berkisah pada Tuhan ku, karena hanya Dia lah satu-satu...

Ridho

Image
  “Tragis mana, turun dari gunung kaki terkilir atau turun dari gunung diputusin kekasih?” Ia bertanya padaku tentang apa yang ia alami hari itu. Aku tersenyum tak segera menjawab tanyanya. Hingga akhirnya aku berkata “Tragis turun kaki terkilir.” Kau tau kenapa aku memilih itu? Bagiku putus cinta dalam hal berpacaran (aku malas menyebut ini sebenarnya) adalah hal yang biasa, tapi bila kaki terkilir gerak langkah kita terbatas. Bersyukurlah karena dengan begitu kau tau jika mungkin dia bukan yang terbaik untukmu. Kau tak perlu membencinya atau bahkan menggalau berkepanjangan karena hal ini. Berterimakasihlah pada wanitamu, karena bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dari kisahmu, dia pernah berimu semangat untuk terus menatap ke depan, dia pernah ada mengisi   tiap lembar buku harianmu, walau pada akhirnya semua kisah ini berakhir tanpa air mata. Mungkin pernah kau membayangkan untuk bisa bersamanya hingga akhir usiamu, atau mungkin juga kau pernah membayangkan u...

Tuhan Jangan Biarkan Aku Membencinya, Cukup Saja Untuk Tak Berjodoh Dengannya

Image
Kenapa aku jadi takut jikalau anakku begitu dekat dengannya. Sementara aku tidak pernah menginginkan dia ada diantara kami. Aku hanya menganggapnya sebagai teman tak pernah lebih. Tapi dia, dia selalu berharap untuk bisa lebih dari sekedar teman. Dan kau tau, anakku seolah selalu ia jadikan alasan untuk bisa bertemu denganku, untuk bisa mengambil hatiku. Dan aku tak suka, sangat tidak suka. Kira-kira begitulah isi pesan singkat yang aku kirimkan pada temanku nun jauh di sana. Sebenarnya bukan untuk mencari respon temanku itu, tetapi hanya sekedar untuk meluapkan isi hatiku saja. Mungkin kau bertanya dia dalam pesan singkat itu siapa? Malas sebenarnya tapi mau tak mau, ingin tak ingin aku harus cerita supaya kau tau kenapa aku sampai tak suka padanya. Namanya Yudas, usianya mungkin tak jauh berbeda denganku, 28th, dia juga berasal dari kota yang sama denganku. Awal perkenalan tak sengaja bertemu di salah satu bumi perkemahan terdekat. Singkatnya kita mulai dekat sebagai kawan, ...