Ijinkan Aku Mengagumimu Dalam Diam
Kutuliskan ini saat aku tak bisa langsung menulis dalam halaman blog ku karena quota internet yang sudah habis. Masih ingat kah kau senja jika pernah ada seseorang yang mengagumiku kemarin? Sejak pertemuan itu kita intens untuk berkomunikasi, walau hanya lewat sms atau telfon sekedar bertanya kabar. Dia kini menjadi temanku, walau hanya sekali bertemu tapi kami tetap berteman baik. Kalau aku tak bertanya kabar, nanti dia yang bertanya kabar padaku. Begitu sebaliknya. Dan aku mengakui saat ini aku yang terbalik mengaguminya. Tanya darinya yang tak pernah lepas selain bertanya kabar adalah “sudah shalat?”. Ia selalu mengingatkanku untuk tak meninggalkan 5 waktu. Dan saat aku sakit, ia lah orang yang paling sibuk bertanya kabar, mengingatkanku untuk ini dan itu. Sudah macam kakakku dan bapakku saja. Tapi, jika tak ada kabar darinya aku rindu.Ah senja, mungkin kau berfikir begitu mudahnya aku mengagumi seseorang hanya karena orang itu baik padaku. Tapi inilah kenyataannya. Aku...